BC Batam Gagalkan Ratusan HP Iphone yang Diseludupkan dengan Menggunakan Baju Rompi yang Telah Dimodifikasi

BC Batam hadirkan tiga tersangka, kasus penyeludupan HP Iphone melalui Bandara Hang Nadim Batam. dok.ist/LWnet

LIPUTANWARTA.NET, BATAM – Bea dan Cukai (BC) Batam menggagalkan penyeludupan ratusan handphone merk Iphone tipe 12 & 13 Pro Max yang masuk melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Tiga orang tersangka dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor BC Batam, Batu Ampar, Kota Batam pada Rabu, (16/7/25).

BC Batam berhasil mengagalkan sebanyak 327 unit HP merk Iphone tipe 12 dan 13 pro max yang diseludupkan lewat Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Zaky Firmansyah selaku Kepala BC Batam menyebut, ini merupakan bagian dari hasil capaian kinerja di semester I, Tahun 2025.

Ia mengatakan bahwa, ratusan HP yang kini diamankan itu, didominasi merk Iphone. Kata dia, tadinya barang tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta.

“Berhasil kita amankan juga, HP Iphone berjumlah 327 pcs, dengan tiga orang tersangka. Tujuannya di Kakarta,” ucap Zaky.

Kata dia, Pelaku meggunakan modus koper kosong, kemudian diisi barang oleh pelangsir di area boarding pass dan dibawa dengan mebggunakan rompi yang telah dimodifikasi.

“Ada 2 orang oknum ojek online (Ojol) yang berperan untuk membantu. Jadi, Modusnya pelaku masuk dengan membawa koper kosong, si Ojol yang bukan penumpang ini masuk dengan membawa HP Iphone tipe 12 dan 13 secara bertahap,” jelasnya.

Zaky menjelaskan, adapun nilai barang yang diamankan berjumlah Rp. 1,85 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 806,8 juta.

Baca Juga :  Repdem x BMI : Anak muda adalah aktor, bukan penonton.
Ratusan HP yang berhasil diamankan, didominasi merk Iphone 12 & 13 Pro Max

Selanjutnya, saat dicecar pertanyaan dari awak media terkait inisial ketiga pelaku tersebut, pihaknya enggan menjawab dengan alasan sedang dalam penyidikan.

“Inisial pelaku dalam proses penyidikan. Ini baru 2 hari kita melakukan pengungkapan. Mudah-mudahan bisa cepat,” ungkapnya.

Dia menyebut, para pelaku ini sengaja menggunakan modus last fligh (penerbangan terakhir) demi mengelabui pemeriksaan petugas.

“Mereka baru kali ini. Pelaku menggunakan modus last fligh, tujuannya untuk mengelabui petugas,” jelas dia.

Para pelaku dengan perannya masing-masing ini juga ternyata dijanjikan upah, dengan nominal angka yang berbeda.

Tiga dari mereka telah ditetapkan sebagai tersangka, dan kini dalam tahapan penyidikan.

“Upah untuk yang oknum Ojol itu 10 ribu rupiah per barang masuk. Kemudian, yang membantu itu upahnya 60 ribu rupia per batang. Penumpang ada 2 orang, yang membantu ada 3 orang,” katanya.